sometimes I like to take a picture of scenery.. just amateur.. this is scenery on road to my house.. ^^
is it beautiful?
Minggu, 27 Mei 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
The Hiden Darkness
THE HIDEN DARKNESS
PROLOG
Dua
anak kecil itu berlarian saling mengejar, tertawa lepas, belum mengerti apa –
apa. Jiwa polos yang masih suci, namun terancam. Terancam oleh apa yang
tersembunyi dibalik semua keindahan dunia yang mereka tempati. Tempat yang tak
lagi sedamai dulu. Setidaknya, semua hal buruk itu akan terjadi mulai sekarang.
“Zen!
Zen!” panggil gadis kecil itu pada temannya. Yang dipanggil terus berlari,
kesal tak digubris, ia berlari kencang dan menabrak bocah lelaki itu.
“Zen
kena! Ahaha..” tawanya, rambut merahnya berkibar saat ia bangun dari duduknya
diatas punggung bocah lelaki itu.
“uh..
sakit tuan putri..” bocah itu bangun dan menggosok punggungnya, “panggil aku
Vie, bodoh!”
“as you wish,
your highness..” hormat anak itu sambil meringis, menunjukkan giginya yang
putih dengan salah satu gigi taring yang sedikit terlihat mencuat keluar,
menampakkan kesan manis padanya.
“Vie!”
“iya iya Vie..”, Zen yang lebih tua lima tahun dari Vie pun mengalah dan mengelus rambut
merah gadis kecil berusia lima tahun itu. Mata zamrudnya menatap senang kepada
mata ash milik anak cowok yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri. “ah, Liz
mencari kita”, seru Zen tiba-tiba.
Dan benar
saja, sebentar kemudian seorang gadis sembilan tahun dengan mata ash dan rambut
perak yang sama dengan Zen berlari menghampiri mereka.
“Zen, para
tetua mencari tuan putri! Ayo cepat kembali!” mendengar seruan itu, dua anak
yang sedari tadi bermain di halaman istana itu pergi menuju tempat Liz, nama
gadis itu, berada. Vie tampak cemberut, sementara air muka Zen saat melihat Liz
dengan mimic serius berubah pucat. Kemudian mereka berdua merangkul Vie dan
menggandengnya perlahan menuju ke dalam istana. Mereka tahu, hal buruk akan
segera datang, tak lama lagi. Namun mereka tak akan mengatakannya pada tuan
putri mereka yang masih terlalu kecil, yang sudah mereka anggap sebagai adik.
Perlahan tapi
pasti, kegelapan mulai menyusup kedalam negeri itu. Tanpa disadari oleh
siapapun. Bersembunyi dibalik seluruh cahaya keemasan yang menyelimuti negeri
itu. Menanti saat yang tepat, untuk menguasai seluruh cahaya itu. Hanya
segelintir orang-orang tertentu, yang mulai menyadari kejanggalan yang ada.
Namun hanya bisa menanti, karena tak bisa berbuat apa – apa. Menanti keajaiban
datang, dan menyelamatkan..Walau mereka sadar, bahwa keajaiban itu mungkin
tidak akan pernah ada..
note.
well, aku mencoba menulis novel.. ini masih tahap awal.. bahkan aku baru membuat prolog dan bab 1... aku tak pandai menulis.. hanya sedang mencoba saja.. kuharap ada yang menyukai ceritaku.. aku menulisnya berdasarkan apa yang kulihat dalam mimpiku.. lain kali akan aku post kan lanjutannya.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)